Para Elf yang seluruhnya di lahirkan dari satu betina (sang ratu) itu juga memiliki penis yang sama dengan manusia jantan di bumi, namun nasib penis-penis mereka tak sebaik nasib penis-penis manusia di bumi, karena selama ini mereka hanya melampiaskan nafsunya pada alat bantu sex yang di jual secara gelap oleh seorang elf yang menjuluki dirinya sendiri sebagai Profesor, Sigmund.




















