Yg anehnya lagi, hingga kedua orang tua kami pulang Putri tetap menggandeng tanganku, seakan tdk ingin dilepaskannya.Tdk ingin terus dalam keadaan yg membuatku seperti orang bodoh itu, kulepaskan tanganku dari dekapannya dan pergi ke ruang kerjaku Langkah kakiku menuju ruang kerja terasa semakin berat, Putri sebenarnya hanya ingin memulai sesuatu yg baik, tetapi mungkin aku terlalu serius menanggapinya.Saat pekerjaan kantorku hampir selesai Putri datang menghampiriku “masih marah ya?, maaf deh lain kali gue bakal ngasih tau lo




















