Aku hanya diam.“Kamu harus tahu, ayo ikut saya ke belakang” ajak pak Jun menarik tanganku dan membawaku ke belakang.Kami kemudian sampai di depan pintu suatu ruangan. Bokep Mulutnya yang tertutup lakban berusaha menjerit. Aku melakukannya tanpa protes. Aku tidak ingin dia mendekatiku!“Tenang… saya hanya membawakan makanan untuk kamu…” ujarnya. Mitanya mau… Dek Mita ini emang cewek idaman banget, hahaha” ucap pak Jun.Mereka kemudian merebahkan tubuhku di lantai.










