“Akgh Anto.. Bokep indo Kulirik bayangan di kaca lemari. Bahkan bukan sombong, tempat-tempat yang disebutkan di dalam liputan itupun bukanlah sesuatu yang asing bagiku. Tangan Della membelai rambutku sambil sesekali mendorongnya ke payudaranya. Kucoba lagi, kali ini bibirku mendarat pas pada bibirnya. “Iya, untuk tugas dari kantor,” jawabnya. Anto.. Kubayangkan Della yang tidur sendirian di kamar sebelah. Mas Anto. Mikirin besok pagi”. Akhh. Kuharap dia mempersilakanku masuk, namun Della hanya mengucapkan terima kasih kemudian selamat malam dan menutup pintunya.




















