Ketika sampai di restorant tersebut, aku langsung pergi ke wc dulu karena aku sudah kebelet. Bokep indo aahh..!” hanya desisan saja yang menjadi jawaban atas perlakuanku itu. Kupikir ini saatnya, lalu pelan-pelan kukecup bibirnya sambil lidahku menerobos bertemu lidahnya. Dan aku melihat sepertinya pamanku tertarik sekali dengannya, karena aku tahu matanya tidak pernah lepas memandang wajah Ayu. Apa bisa aku menyentuhnya nanti, tetapi langsung aku berpikir tentang pamanku, bagaimana kalau nanti ketahuan, pasti tidak enak dengan pamanku.




















