Perlahan aku melangkah mendekatinya ke pegang dagunya mencoba mengarahkan wajahnya ke arahku.“Apa kamu nggak cemburu negliat Bagus asik sendiri tuh… liat tuhh..”Kami memperhatikan Bagus yg lagi memainkan toket Ema istriku, ada semacam perasaan marah di muka Indri kemudian mukanya keliatan sayu menatapku tanpa buang waktu lagi segera kucium bibir Indri yg seksi itu.“Emmmhhhh… mmmpphhhh”Sambil berpagutan tanganku tak henti-hentinya meremas toket Indri yg montok dan kenyal itu, kemudian aku membuka kancing BH nya jreeenngggg…..




















