Bagai terkena badai, tubuhku mengejang kuat dan lututku lemas sekali. “Aaah..!” pekikku kaget, sedang kedua tangan Om Robert langsung menggapai pahaku untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh.“Aduh.., begimana sih..? Bokep indo Sementara itu kusuruh supirku menungguku di luar. Om ditinggal sendirian nih.” balas Om Robert sambil memasang kimono di tubuhnya. Di dalam mobil, supirku yang mungkin heran melihatku tersenyum-senyum sendirian mengingat kejadian tadi pun bertanya.“Non, kok lama amat sih nganter amplop doang..?




















