Fitri meremas rambutku, nafasnya terengah-engah dan memburu. Itu juga harus main paksa. Bokep indo terus.. Tapi melihat wajahnya yang sedang pulas, aku jadi tidak tega.Kucium rambutnya. Sekitar sepuluh menit aku
menunggu sebelum akhirnya telepon genggamku berdering.Dari Andri, menanyakan dimana aku berada. Tidak disangka, disana aku bertemu dengan Andri, sahabatku dan Tia semasa
kuliah dahulu.Kulihat Andri bersama dengan seorang wanita yang mirip dengannya. Nafasnya hangat
menerpa wajahku.










